Belajar Seni Musik Keyboard, Bahasa Inggris, dan Bahasa Mandarin di Studi Center Roxy

16 Agustus 2026

Pendidikan yang berkualitas tidak selalu harus datang dalam bentuk yang formal dan kaku. Terkadang, ia hadir lewat tuts keyboard yang ditekan dengan penuh semangat, lewat papan tulis yang dipenuhi huruf kanji, atau lewat celotehan anak-anak yang mencoba melafalkan kosakata bahasa asing untuk pertama kalinya. Itulah suasana yang terekam di Studi Center Roxy, tempat Di mana Yayasan Vina Smart Era, bekerjasama dengan guru sekolah, menghadirkan program belajar seni musik, bahasa Inggris, dan bahasa Mandarin bagi anak-anak asuh Yayasan VSE.

Hari itu, ruangan kelas dipenuhi antusiasme. Sebagian anak duduk berjajar di depan keyboard, dengan jemari kecil mereka perlahan mulai mengenal nada dan ritme. Musik dipilih bukan sekadar sebagai keterampilan tambahan, melainkan sebagai media untuk melatih kepekaan rasa, kesabaran, dan kepercayaan diri anak-anak. Bagi banyak dari mereka, ini adalah pengalaman pertama menyentuh alat musik, dan momen itu menjadi kebanggaan tersendiri yang terpancar jelas dari wajah-wajah mereka.

Di sudut ruangan lain, suasana belajar bahasa asing berlangsung tak kalah seru. Anak-anak diajak mengenal kosakata dan pola kalimat sederhana dalam bahasa Inggris dan Mandarin, dua bahasa internasional yang membuka begitu banyak peluang di masa depan. Dengan metode yang interaktif — melibatkan papan tulis, latihan menulis, hingga praktik percakapan sederhana — anak-anak diajak untuk tidak takut mencoba dan tidak malu salah, karena dari situlah proses belajar yang sesungguhnya dimulai.

Yayasan VSE meyakini bahwa penguasaan bahasa asing dan seni adalah bekal penting untuk menghadapi dunia yang semakin terbuka dan kompetitif. Kombinasi antara kecerdasan intelektual dan kepekaan seni diharapkan mampu membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter, kreativitas, dan rasa percaya diri yang kuat.

Program di Studi Center Roxy ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan alternatif yang menyenangkan bisa berjalan beriringan dengan tujuan besar: mencetak generasi muda yang siap bersaing secara global, tanpa kehilangan akar budaya dan nilai-nilai kemanusiaan mereka.

 

Scroll to top